PELAUT DAN KEIMANAN
PENDAHULUAN
Pelaut
Daftar isi
|
[sunting] Sejarah
pendidikan pelaut di Indonesia
[sunting] Pendidikan
Akademis Pelaut dan Hirarki di Kapal
Pada tahun 1957,
Presiden RI pertama, Soekarno, meresmikan Akademi Pelayaran Indonesia/AIP
(sekarang Sekolah
Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) sebagai wadah pendidikan
pelaut/pelayaran secara akademis. Masa pendidikannya pada awal pertama adalah
selama 3 tahun, sama dengan pendidikan Akademi
lainnya setingkat dengan sarjana muda pada masa itu. Pendidikan dihabiskan
selama 2 tahun di kampus/asrama dan 1 tahun penuh melakukan praktik atau Proyek
Laut di kapal-kapal niaga pelayaran samudra .
[sunting] AIP
Pendidikan di AIP menggunakan gaya semi militer, karena memang
taruna-taruna AIP adalah merupakan perwira cadangan angkatan
laut. Sejak didirikan sampai kira-kira tahun 1985,
hampir semua lulusan AIP terkena wajib
militer dan bertugas di kapal-kapal perang RI dengan pangkat
perwira muda Letda Angkatan
Laut. Begitu juga pada awalnya semua taruna AIP mendapat
ikatan dinas untuk menutupi kurangnya perwira laut pelayaran niaga Indonesia,
yang dahulu sebagian besar masih di nakhodai oleh perwira laut Belanda.
Pendidikan pelayaran di AIP banyak dipengaruhi oleh sistem pendidikan Akademi
Pelayaran Belanda maupun Kingspoint
Academy Amerika
Serikat, karena memang hampir tiap tahunnya sebagian Taruna
pilihan serta para pendidik di kirim ke luar negeri untuk tugas belajar.
[sunting] BPLP di Semarang
dan Makassar
Hingga dekade 70-80an menyusul berdirinya beberapa Pendidikan Pelayaran
Negeri di Semarang dan Makassar
dengan nama Balai
Pendidikan dan Latihan Pelayaran sebagai Crash Program
memenuhi kebutuhan perwira pelayaran niaga di Indonesia. Sekarang kedua lembaga
pendidikan tersebut diberi nama Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang (PIP Semarang)dan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
(PIP Makassar), yang memiliki kurikulum dan standar yang sama dengan STIP
Jakarta. Penerimaan mahasiswa atau dikenal Taruna dilakukan satu pintu melalui
Badan Diklat Perhubungan Departeman Perhubungan. Lulusan mendapatkan ijazah
formal Diploma IV dengan gelar S.ST dan memiliki ijazah profesi ANT / ATT III.Masa kejayaan pelaut Indonesia mulai sirna sejak musibah besar nasional terjadi pada tahun 1980 dengan tenggelamnya kapal KMP Tampomas II. Menyusul pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan Scrapping/Pembesi tua-an kapal-kapal yang berumur lebih dari 20 tahun, dampaknya perusahaan pelayaran nasional banyak yang gulung tikar dan tidak tertampungnya lulusan pelaut di tiga pendidikan akademi disamping Akademi dan sekolah pelayaran swasta yang lainnya.
[sunting] STIP
Pada akhirnya dunia pelayaran di Indonesia mengakhiri masa krisisnya pada
awal-awal tahun 90-an hingga sekarang. Sejak tahun 1998-2009, Indonesia sudah
mempunyai Sekolah
Tinggi Ilmu Pelayaran setara sarjana dengan beban studi 160 sks
dengan gelar S.ST (Sarjana Sain Terapan). Jadi lulusan STIP boleh melanjutkan
program S2 dan seterusnya disamping ijazah keahlian lainnya yang kalau
dijumlahkan kurang lebih ada 10 sertifikat berstandard internasional dan
menjadi sekolah pelayaran lisensi International Maritime
Organization untuk Indonesia karena memang sekarang
seluruh Taruna di STIP wajib menggunakan bahasa inggris.
[sunting] Anak Buah Kapal
Anak Buah Kapal (ABK) atau Awak Kapal terdiri dari beberapa bagian. Masing
masing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab
utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran.
[sunting] =
Hierarki Awak Kapal =
Terbagi menjadi Departemen Dek dan Departemen Mesin, selain terbagi menjadi
perwira/Officer dan bawahan/Rating.- Perwira
Departemen Dek
- Kapten/Teks
tebalNakhoda/Master adalah pimpinan dan penanggung jawab
pelayaran
- Mualim
I/Chief Officer/Chief Mate bertugas pengatur muatan, persediaan air tawar
dan sebagai pengatur arah navigasi
- Mualim
2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran
yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi.
- Mualim
3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur, memeriksa,
memelihara semua alat alat keselamatan kapal dan juga bertugas sebagai
pengatur arah navigasi.
- Markonis/Radio
Officer/Spark bertugas sebagai operator radio/komunikasi serta
bertanggung jawab menjaga keselamatan kapal dari marabahaya baik itu yg
di timbulkan dari alam seperti badai, ada kapal tenggelam, dll.[2]
- Perwira
Departemen Mesin :
- KKM (Kepala
Kamar Mesin)/Chief Engineer, pimpinan dan penanggung jawab atas semua
mesin yang ada di kapal baik itu mesin induk, mesin bantu, mesin pompa,
mesin crane, mesin sekoci, mesin kemudi, mesin freezer, dll.
- Masinis
1/First Engineer bertanggung jawab atas mesin induk
- Masinis
2/Second Engineer bertanggung jawab atas semua mesin bantu.
- Masinis
3/Third Enginer bertanggung jawab atas semua mesin pompa.
- Juru
Listrik/Electrician bertanggung jawab atas semua mesin yang menggunakan
tenaga listrik dan seluruh tenaga cadangan.
- Juru
minyak/Oiler pembantu para Masinis/Engineer
- Ratings atau
bawahan
- Bagian dek:
- Boatswain
atau Bosun atau Serang (Kepala kerja bawahan)
- Able
Bodied Seaman (AB) atau Jurumudi
- Ordinary
Seaman (OS) atau Kelasi atau Sailor
- Pumpman
atau Juru Pompa, khusus kapal-kapal tanker (kapal pengangkut cairan)
- Bagian
mesin:
- Mandor
(Kepala Kerja Oiler dan Wiper)
- Fitter
atau Juru Las
- Oiler atau
Juru Minyak
- Wiper
- Bagian
Permakanan:
- Juru
masak/ cook bertanggung jawab atas segala makanan, baik itu memasak,
pengaturan menu makanan, dan persediaan makanan.
- Mess boy /
pembantu bertugas membantu Juru masak
[sunting] Sertifikat
pelayaran
Saat ini untuk menjadi pelaut, seseorang harus memiliki ijazah-ijazah yang
diperlukan, hal ini menyebabkan tumbuhnya sekolah-sekolah pelayaran mulai dari
tingkat SLTA sampai ke perguruan tinggi. Yang mana dengan Tingkatan sebagai
berikut :lulusan SLTP dapat melanjutkan ke Sekolah Kejuruan Pelayaran (Setarap SLTA) dengan Sistem Pendidikan 3 Tahun Belajar teori 1 tahun Praktek Berlayar (PROLA) yang mana lulusan dari SKP ini mendapatkan IJasah setara SLTA dan ANT IV.
[sunting] Ijazah Pelaut
Ijazah bagi pelaut (perwira) di Indonesia
terbagi atas ijazah dek dan ijazah mesin.
[sunting] Ijazah Dek
Ijazah Dek dari yang tertinggi adalah:- Ahli
Nautika Tingkat I (ANT I) ; dulu Pelayaran Besar I (PB I), dapat
menjabat Nakhoda kapal
dengan tak terbatas berat kapal dan alur pelayaran
- Ahli
Nautika Tingkat II (ANT II) ; dulu Pelayaran Besar II (PB II),
dapat menjabat:
- Mualim I/Chief
Officer tak terbatas berat kapal dan pelayaran;
- Nakhoda/Master
pada kapal kurang dari 5000 ton dengan pelayaran tak terbatas
- Nakhoda/Master
kapal kurang dari 7500 ton daerah pantai dan harus pengalaman sebagai
Mualim I selama 2 tahun
- Ahli
Nautika Tingkat III (ANT III) ; dulu Pelayaran Besar
III (PB III), dapat menjabat: Mualim I/Chief
Officer max 3000 DWT
- Ahli
Nautika Tingkat IV (ANT IV) ; dulu Mualim Pelayaran Intersuler
(MPI): Perwira kapal-kapal antar pulau
- Ahli
Nautika Tingkat V (ANT V) ; dulu Mualim Pelayaran Terbatas
(MPT): Perwira kapal-kapal kecil antar pulau
- Ahli
Nautika Tingkat Dasar (ANT D)
[sunting] Ijazah Mesin
Ijazah Mesin dari yang tertinggi adalah:- Ahli
Teknik Tingkat I (ATT I) ; dulu Ahli Mesin Kapal C (AMK C): Kepala
Kamar Mesin/Chief Engineer kapal tak terbatas
- Ahli
Teknik Tingkat II (ATT II) ; dulu Ahli Mesin Kapal B (AMK B),
dapat menjabat:
- Masinis
I/Second Engineer kapal tak terbatas
- Kepala
Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang
dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
- Kepala
Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin tak
terbatas, pelayaran daerah pantai
- Ahli
Teknik Tingkat III (ATT III) ; dulu Ahli mesin Kapal A (AMK A),
dapat menjabat:
- Perwira
Jaga (tak terbatas)
- Masinis
I/Second Engineer dengan tenaga mesin kurang
dari 3000 KW, pelayaran tak terbatas
- Kepala
Kamar Mesin/Chief Engineer dengan tenaga mesin kurang
dari 3000 KW daerah pantai harus pengalaman 2 tahun sebagai Masinis
I
- Ahli
Teknik Tingkat IV (ATT IV) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran
Intersuler (AMKPI): Masinis kapal-kapal antar pulau
- Ahli
Teknik Tingkat V (ATT V) ; dulu Ahli Mesin Kapal Pelayaran
Terbatas (AMKPT): Masinis Kapal-kapal kecil antar pulau
- Ahli
Teknik Tingkat Dasar (ATT D)
[sunting] Sertifikat
ketrampilan
Sertifikat ketrampilan ini merupakan sertifikat yang wajib dimiliki oleh
para pelaut di samping sertifikat formal di atas. Diantaranya adalah:- Basic Safety
Training (BST)/Pelatihan Keselamatan Dasar
- Advanced
Fire Fighting (AFF)
- Survival
Craft & Rescue Boats (SCRB)
- Medical
First Aid (MFA)
- Medical Care
(MC)
- Tanker
Familiarization (TF)
- Oil Tanker
Training (OT)
- Chemical
Tanker Training (CTT)
- Liquified
Gas Tanker Training (LGT)
- Radar
Simulator (RS)
- ARPA
Simulator (AS)
- Operator
Radio Umum (ORU) / GMDSS[3]
Adakah Orang yang
Pernah Melihat Kapal Nabi Nuh?
|
|
|
Lihat halaman ini dalam bahasa: Bulgaria, Belanda
(Nederlands), Inggris
(English), Portugis
(Português)
Selama lebih dari dua dekade terakhir pencarian kapal Nabi Nuh
telah memperoleh perhatian internasional. Lusinan ekspedisi ke daerah Ararat
di sebelah timur Turki, kebanyakan dilakukan oleh kelompok Kristen Amerika,
telah menuntun kepada banyak klaim - tetapi tidak ada bukti.
Menurut
Kitab Suci, kapal Nabi Nuh merupakan suatu perahu besar yang dibuat dari kayu
gofir dan ditutup dengan pakal. Ukuran keseluruhannya adalah panjang 450
kaki, lebar 75 kaki dan tinggi 45 kaki dengan tiga geladak di dalam. Sebuah
“jendela” dibuat di bagian atas (Kejadian 6:14-16). Sepintas, ukuran
keseluruhan kapal ini menjadikannya kendaraan laut terbesar yang ada sebelum
abad ke-20, dan proporsinya secara menakjubkan mirip dengan kapal laut besar
yang ada sekarang.
Kitab Suci mengatakan bahwa kapal Nabi Nuh kandas di
“pegunungan Ararat” (Kejadian 8:4). “Ararat” mungkin menerangkan suatu daerah
(kerajaan kuno Urartu) dan bukan puncak gunung secara khusus. Setelah Nabi
Nuh dan keluarganya meninggalkan kapal di atas gunung, kapal tersebut tidak
pernah disebut-sebut lagi dalam Kitab Suci. Kemudian penulis-penulis Kitab
Suci tidak pernah menyatakan bahwa mereka tahu bahwa kapal tersebut masih
dapat dilihat.
Pegunungan
Ararat di Turki tempat kapal Nabi Nuh dilaporkan terlihat.
Pegunungan yang disebut Ararat sekarang lebih nampak seperti
daerah pegunungan dengan dua puncak. Yang menarik, ada banyak laporan
sepanjang sejarah mengenai perahu besar di pegunungan di daerah ini.
Keterangan yang paling awal (bermula pada abad ke-3 S.M.) menyatakan bahwa
sudah diketahui secara umum bahwa kapal Nabi Nuh itu masih dapat dilihat di
pegunungan Ararat.
Laporan-laporan selama lebih dari seabad terakhir ini berkisar
dari kunjungan ke kapal tersebut, sampai penemuan kayu, sampai foto
pemandangannya. Secara umum dipercaya bahwa sekurang-kurangnya sebagian besar
dari kapal itu masih utuh, tidak di atas puncak yang tertinggi, tetapi di
suatu tempat di atas 10.000 kaki. Terperangkap dalam salju dan es hampir
sepanjang satu tahun, hanya pada musim panas yang hangat saja struktur kapal
tersebut dapat dilihat atau didekati. Beberapa orang mengatakan telah
memanjat atapnya, yang lainnya mengatakan mereka telah berjalan-jalan di
dalamnya.
Pada tahun 1980-an, “ark-eology” mendapat kehormatan dengan
berpartisipasinya mantan astronot NASA James Irwin dalam ekspedisi ke
pegunungan. Sebagai tambahan, investigasi kapal Nabi Nuh diuntungkan dengan
pecahnya Uni Soviet, karena pegunungan tersebut tepat berada di perbatasan
Turki-Soviet. Ekspedisi ke atas pegunungan selalu dianggap sebagai ancaman
keamanan oleh pemerintah Soviet.
Sayangnya, kunjungan-kunjungan ke situs yang diusulkan tidak
menghasilkan bukti lebih lanjut, tempat beradanya foto-foto tidak diketahui
lagi, dan peninjauan yang berbeda tidak menuju ke lokasi yang sama di
pegunungan. Lebih dari itu, astronot James Irwin telah meninggal, seorang
saksi mata inti telah menarik diri dari hadapan publik, dan sudah ada
beberapa ekspedisi baru ke pegunungan di tahun 1990-an.
Tetapi usaha-usaha masih tetap berjalan. Sementara Asosiasi
untuk Penelitian Kitab Suci (Associates for Biblical Research) tidak terlibat
dalam usaha-usaha ini, kami melanjutkan penelitian tentang laporan-laporan
kuno, pengakuan lebih lanjut dari saksi mata dan memperbaharui usaha untuk
menentukan tempat berlabuhnya kapal Nabi Nuh. Masih banyak ekspedisi yang
menunggu. Jika kapal tersebut memang ada di atas sana, kita akan mendengar
beritanya.
REFERENCES
Translated by: Jasinta
Hak
Cipta © 1995, Associates for Biblical Research, Semua hak dilindungi
- kecuali seperti yang tercantum pada halaman “Usage and Copyright” yang
memberi pengguna ChristianAnswers.Net hak untuk menggunakan halaman ini untuk
pekerjaan mereka di rumah, kesaksian pribadi, gereja dan sekolah.
Komentar Tambahan
Akibat film Hollywood yang diputar di bioskop pada tahun 1976
("In Search of Noah's Ark"), banyak orang berpikir bahwa kapal Nabi
Nuh benar-benar telah ditemukan. Hal khusus yang diingat oleh banyak orang
adalah foto sesuatu yang diduga merupakan kapal Nabi Nuh. Ekspedisi lebih
lanjut membuktikan bahwa benda tersebut adalah suatu bentuk batu yang besar.
Pada tahun 1980-an dan 90-an, orang-orang dikacaukan oleh
cerita-cerita berita surat kabar yang mengklaim bahwa kapal Nabi Nuh telah
ditemukan pada lokasi yang benar-benar berbeda. Laporan itu berisi struktruk
berbentuk-kapal yang terletak 15 mil dari pegunungan Ararat. Sayangnya, klaim
yang dibesar-besarkan ini tersebar luas. Lokasi ini sering disebut Situs
Durupinar. Promosi secara internasional telah dilakukan oleh seorang perawat
anestesi Amerika yang bernama Ron Wyatt. Tetapi, survei geologi yang
dilakukan secara ekstensif, radar bawah-permukaan dan data pengeboran
mengkonfirmasikan bahwa formasi yang aneh ini merupakan keadaan geologi yang
umum terdapat di seluruh pegunungan Ararat. Itu bukan kapal Nabi Nuh.
|
BERIMAN KEPADA ALLAH
Iman kepada Allah mengandung empat unsur :
1. Beriman kepada wujudnya Allah
Wujud Allah telah dibuktikan oleh fitrah, akal, syara', dan indra.
1. Bukti fitrah tentang wujud Allah adalah bahwa iman kepada sang Pencipta merupakan fitrah setiap makhluk, tanpa terlebih dahulu berpikir atau belajar. Tidak akan berpaling dari tuntutan fitrah ini, kecuali orang yang di dalam hatinya terdapat sesuatu yang memalingkannya.
Rasulullah SAW bersabda :
"Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, ibu bapaknyalah yang menjadikan ia yahudi, nasrani, atau majusi." (HR. Al-Bukhari).
2. Bukti akal tentang wujud Allah adalah proses terjadinya semua makhluk, bahwa semua makhluk, yang terdahulu maupun yang akan datang, pasti ada yang menciptakan. Tidak mungkin makhluk menciptakan dirinya sendiri, dan tidak mungkin pula terjadi secara kebetulan. Tidak mungkin wujud itu ada dengan sendirinya, karena segala sesuatu tidak akan dapat mencipakan dirinya sendiri. Sebelum wujudnya tampak, berarti tidak ada.
Semua makhluk tidak mungkin tercipta secara kebetulan karena setiap yang diciptakan pasti membutuhkan pencipta. Adanya makhluk dengan aturan aturan yang indah, tersusun rapi, dan saling terkait dengan erat antara sebab-musababnya dan antara alam semesta satu sama lainnya.
Semua itu sama sekali menolak keberadaan seluruh makhluk secara kebetulan, karena sesuatu yang ada secara kebetulan, pada awalnya pasti tidak teratur.
Kalau makhluk tidak dapat menciptakan dirinya sendiri, dan tidak tercipta secara kebetulan, maka jelaslah, makhluk-makhluk itu ada yang menciptakan, yaitu Allah Rabb semesta alam.
Allah SWT menyebutkan dalail aqli (akal) dan dalil qath'i dalam surat Ath thur :
"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?" ( QS. Ath-thur : 35).
Dari ayat di atas tampak bahwa makhluk tidak diciptakan tanpa pencipta, dan makhluk tidak menciptakan dirinya sendiri. Jadi jelaslah, yang menciptakan makhluk adalah Allah SWT.
Ketika Jubair bin Muth'im mendengar dari Rasulullah SAW yang tengah membaca surat Ath-thur dan sampai kepada ayat-ayat ini :
"Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun, ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Robbmu atau merekalah yang berkuasa?" ( QS. At-Thur : 35-37).
Ia, yang tatkala itu masih musyrik berkata : "hatiku hampir saja terbang. Itulah permulaan menetapnya keimanan dalam hatiku." (HR. Al-Bukhari).
Dalam hal ini Kami ingin memberikan satu contoh. Kalau ada sesorang berkata kepada anda tentang istana yang dibangun, yang dikelilingi kebun-kebun, dialiri sungai-sungai, dialasi oleh hamparan karpet, dan dihiasi dengan berbagai perhiasan pokok dan penyempurna, lalu orang itu mengatakan kepada anda bahwa istana dengan segala kesempurnaanya ini tercipta dengan sendirinya, atau tercipta secara kebetulan tanpa pencipta, pasti anda tidak akan mempercayainya, dan menganggap perkataan itu adalah perkataan dusta dan dungu. Kini Kami bertanya kepada anda, masih mungkinkah alam semesta yang luas ini beserta apa-apa yang ada di dalamnya tercipta dengan sendirinya atau tercipta secara kebetulan?.
3. Bukti syara' tentang wujud Allah SWT bahwa seluruh kitab samawi ( yang diturunkan dari langit ) berbicara tentang itu. Seluruh hukum yang mengandung kemaslahatan manusia yang dibawa kitab-kitab tersebut merupakan dalil bahwa kitab-kitab itu datang dari Robb yang maha Bijaksana dan Mengetahui segala kemaslahatan makhluk-Nya. Berita-berita alam semesta yang dapat disaksikan oleh realitas akan kebenarannya yang didatangkan kitab-kitab itu juga merupakan dalil atau bukti bahwa kitab-kitab itu datang dati Robb Yang Maha Kuasa untuk mewujudkan apa yang diberitakan itu.
4. Bukti inderawi tentang wujud Allah SWT dapat dibagi menjadi dua:
a. kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya do'a orang-orang yang berdo'a serta penolong-Nya yang diberikan kepada orang-orang yang mendapatkan musibah. Hal ini menunjukkan secara pasti tentang wujud Alah SWT.
Allah berfirman :
"Dan (ingatlah kisah) Nuh sebelum itu ketika dia berdo'a, dan Kami memperkenankan do'anya, lalu Kami selamatkan dia beserta keluarganya dari bencana yang besar." ( QS. Al-Anbiya : 76).
"Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Robbmu, lalu diperkenankannya bagimu …" ( QS. Al-Anfal : 9)
Anas bin Malik t berkata : " Pernah ada seorang badui datang pada hari jum'at. Pada waktu itu Nabi SAW tengah berkhotbah. Lelaki itu berkata : "Hai Rasul Allah, harta benda Kami telah habis, seluruh warga sudah kelaparan. Oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah SWT untuk mengatasi kesulitan Kami. "Rasululah lalu mengangkat kedua tangannya dan berdo'a. tiba-tiba awan mendung bertebaran bagaikan gunung-gunung. Rasulullah belum turun dari mimbar, hujan turun membasahi jenggotnya. Pada hari jum'at yang kedua, orang badui atau orang lain berdiri dan berkata : 'Hai Rasulullah, bangunan Kami hancur dan harta bendapun tenggelam, doakanlah Kami ini kepada Allah (agar selamat).' Rasulullah lalu mengangkat kedua tangannya, seraya berdo'a : "Ya Robbku, turunkanlah hujan di sekeliling Kami, dan jangan Engkau turunkan sebagai bencana bagi Kami." Akhirnya beliau tidak mengisyaratkan pada suatu tempat kecuali menjadi terang (tanpa hujan)." (HR. Al-Bukhari).
b. Tanda-tanda para Nabi yang disebut mukjizat, yang dapat disaksikan atau didengar banyak orang merupakan bukti yang jelas tentang wujud yang mengutus para Nabi tesebut, yaitu Allah SWT, karena hal-hal itu berada di luar kemampuan manusia. Allah melakukannya sebagai penguat dan penolong bagi para Rasul.
Ketika Allah memerintahkan Nabi Musa untuk memukul laut dengan tongkatnya, Musa memukulnya, lalu terbelahlah laut itu menjadi dua belas jalur yang kering, sementara air di antara jalur-jalur itu menjadi seperti gunung-gunung yang bergulung. Allah berfirman, yang artinya :
"Lalu Kami mewahyukan kepada Musa : "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar." ( QS. Asy-Syuara' : 63).
Contoh kedua adalah mukjizat Nabi Isa AS ketika menghidupkan orang-orang yang sudah mati; lalu mengeluarkannya dari kubur dengan izin Allah.
Allah SWT berfirman yang artinya :
"… dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah…" (QS. Al-Imran : 49).
" … dan (ingatlah) ketika kamu mengeluarkan orang mati dari kuburnya (menjadi hidup) dengan izinKu .." ( QS. Al-Maidah : 110).
Contoh ketiga adalah mukjizat Nabi Muhammad SAW ketika kaum Quraisy meminta tanda atau mukjizat. Beliau mengisyaratkan pada bulan, lalu terbelahlah bulan itu menjadi dua, dan orang-orang dapat menyaksikannya.
Allah SWT berfirman tentang hal ini yang artinya :
"Telah dekat (datangnya) saat (kiamat) dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrik) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata : "(ini adalah) sihir yang terus-menerus." (QS. Al-Qomar 1-2).
Tanda-tanda yang diberikan Allah, yang dapat dirasakan oleh indera kita itu adalah bukti pasti wujudNya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar